Tampilkan postingan dengan label wedding ceremony. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wedding ceremony. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Raysa and Arya's Wedding

Pernikahan Raysa dan Arya merupakan gabungan antara budaya Adat Jawa dan Sunda. Siraman dan pengajian serta Akad Nikah sangat kental akan Adat Jawa karena Raysa berasal dari Jawa (ayahnya) dan Palembang (Ibunya). Sedangkan saat Resepsi kental akan Adat Sunda karena Arya berasal dari Sunda.

Kita langsung lihat foto-fotonya aja yuk

1. Upacara Penggajian dan Siraman

Persiapan Air Siraman
Tempat Siraman
Penggajian di Kediaman Raysa
Sungkeman sebelum Siraman dimulai
Calon Mempelai Wanita setelah siraman
Air Siraman Arya
Siraman Arya
Calon Mempelai Pria setelah siraman

2. Akad Nikah
Akad Nikah dilangsungkan di Kediaman Raysa

Souvenir Akad Nikah -tanaman kaktus-
Saat Akad
permohonan Raysa kepada Waki
Mempelai yang berbahagia
memamerkan cincin nikah
List Seserahan
Kedua Orang Tua yang berbahagia
Pembacaan Nasihat Perkawinan
Pisang persiapan Upacara Panggih
Persiapan Balangan Suruh
- Lempar Sirih-
Upacara Wiji Dadi
-Injek Telur-
Raysa Membasuh Kaki Arya
Wali Nikah menggendong Kedua Mempelai
Memasuki Pelaminan
Nasihat terakhir
Ibu kepada Kedua Mempelai
Tim Janur Kuning

3. Resepsi

Pojok Dekorasi
Jalur Tamu Undangan
Pelaminan
Wedding Gate
Kursi untuk tamu ala Taman
Catering
Tim Janur Kuning



Vendor - vendor yang terlibat :
1. Venue : Balai Sudirman, Jakarta
2. Catering : Dwi Tunggal
3. Dekorasi : Rumah Kampung
4. Tenda : Kreasindo
5. Sound System : Kreasindo
6. MC Pengajian : Nyai Jazima
7. MC Akad & Resepsi : Mayor Eni
8. Video Shooting : Ants Photography
9. Entertainment : Gail Chambers
10. Make Up Artist & Upacara Adat : Mba Ugie & friends
11.  Wedding Organizer : Janur Kuning

-Happy Wedding Day Raysa & Arya-

Rabu, 30 Mei 2012

Pernikahan Adat Jawa Tengah

Pernikahan Adat khususnya Adat Jawa Tengah sangat kental dengan budaya yang sudah mengakar. Konon, orang Jawa selalu dijodohkan oleh orang tuanya. Makanya ada istilah witing tresno jalaran soko kulino yang artinya cinta akan tumbuh karena terbiasa. Kedua belah pihak keluarga akan dipertemukan setelah menimbang bibit, bebet, bobotnya.

Bibit dalam arti latar belakang calon pengantin dan keluarga berasal dari keluarga baik-baik, terhormat.
Bebet dalam arti calon pengantin khususnya calon pria dapat memenuhi kebutuhan keluarga, mapan.
Bobot dalam arti calon pengantin berpendidikan, berprilaku, dan punya mental yang baik, terpandang.

Setelah menimbang dan merasa cocok barulah dilaksanakan ritual upacara adat menjelang pernikahan, apa saja kah itu, mari kita simak,

1. Pinangan

Dalam Pinangan ini, orang tua pihak lelaki datang ke rumah keluarga pihak wanita. Agenda yang dibicarakan antara lain;

- Tanggal pernikahan
- Waktu dan pelaksanaan pernikahan
- Pemilihan vendor untuk rias pengantin, dekorasi, catering, venue, dll
- Upacara lain yang terkait seperti : peningsetan, siraman, midodareni, panggih, akad, dan resepsi.
(biasanya dalam persiapan maupun pelaksanaan, pihak wanita lah yang lebih banyak menghandle).

Setelah pinangan beres dengan agenda yang sudah disebutkan tadi, baru lah kita masuk ke dalam upacara sebelum pernikahan,

1. Siraman 


Upacara siraman ini dilaksanakan sehari sebelum pernikahan. Siraman yang berasal dari kata siram,, artinya mandi. Kedua calon pengantin dimandikan oleh orang tuanya dirumah masing-masing, agar bersih dan suci saat pernikahan dilaksanakan.

Hal-hal yang harus disiapkan saat prosesi siraman ini, adalah:

- Siapkan ruangan khusus untuk siraman. Ada baiknya di ruangan yang terbuka agar proses dokumentasi berjalan lancar.
- Membuat list orang yang akan memandikan, selain orang tua, nenek-kakak, pinisepuh, keluarga yang dianggap "sepuh".
- Perlengkapan : tempat menampung air, gayung, kursi, kembang setaman, kain, handuk, kendi, dll.
- Siapkan sesaji 10 macam makanan, diantaranya ayam kampung.
- Air siraman nanti dikirimkan ke pihak lelaki di dalam baskom dengan bunga setaman. Air suci yang dinamakan perwitosari, yang artinya sari kehidupan. Air itulah yang akan digunakan oleh pihak keluarga lelaki untuk memandikan calon pengantin pria.
- Pihak terakhir yang memandikan pengantin wanita adalah pemaes, perias. Setelah air dalam kendi kosong, pemaes atau pinisepuh yang ditunjuk akan membanting kendi sambil berkata "wis pecah pamore", yang artinya calon pengantin yang cantik/gagah sekarang sudah siap untuk kawin.
- Calon pengantin akan memakai kain khusus untuk kemudian dikerik oleh pemaes.

2. Upacara Ngerik

Rambut-rambut kecil diwajah pengantin wanita dengan hati-hati dikerik oleh pemaes. Sesudah selesai, pengantin akan didandani dengan kebaya yang telah disiapkan, motif kain batik. Melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh sesama.

3. Upacara Midodareni

Orang tua pihak pria, diantar oleh keluarga dekatnya, berkunjung kerumah orang tua calon pengantin wanita.
Calon pengantin wanita akan dirias dikamar pengantin, sehingga nampak cantik seperti widodari, bidadari.

Berdasarkan kepercayaan kuno, malam widodareni, calon pengantin wanita akan ditemani oleh beberapa ibu sepuh dan diberikan nasihat-nasihat tentang pernikahan. Malam itu calon pengantin harus tinggal dikamar dan tidak boleh tidur dari jam 6 hingga tengah malam.

Hanya pihak wanita saja yang boleh menengok ke dalam kamar. Di dalam kamar yang sudah di dekor terdapat sebelas macam makanan dan tujuh barang lainnya.

Sementara pihak pria, khususnya calon pengantin pria tidak boleh masuk kamar. Kedua belah pihak bertemu, berbincang sambil bersantap sementara calon pengantin hanya boleh meminum air putih. Hal ini bertujuan untuk melatih kesabaran calon pengantin sebagai pemimpin rumah tangga.

4. Seserahan/Peningsetan

Peningsetan dari kata singset, yang artinya mengikat erat. Bertujuan untuk mengikat mereka dalam perkawinan, berkomitmen.

Pihak pria juga memberikan seserahan. List seserahan bisa dilihat di sini.

5. Akad Nikah

Pelaksanaan Ijab adalah hal paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. Ijab dilaksanakan sesuai dengan agama yang dianut kedua pengantin.

6. Upacara Panggih/ Temu Penganten

Secara tradisional upacara ini dilaksanakan dirumah orang tua pengantin wanita. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, upacara ini dilaksanakan di tempat Akad berlangsung.

Pada saat yang telah ditentukan, pengantin pria diantar oleh sanak saudaranya, kecuali orang tua yang memang tidak boleh ikut hadir. Pengantin wanita akan menyambut kedatangan rombongan pengantin pria ditemani oleh sanak saudara dan kedua orang tuanya.

Didepan pengantin wanita, dua gadis membawa kipas. Dua orang ibu membawa bunga, kembar mayang. Ibu pengiring pengantin pria akan memberikan sanggan kepada Ibu pengantin wanita sebagai tanda penghormatan. Sanggan itu berupa pisang yang dibungkus rapi dengn daun pisang dan ditaruh diatas nampan.

Saat upacara inilah, kembar mayang dibawa keluar rumah dan dibuang diperempatan jalan dekat rumah atau didekat berlangsungnya upacara perkawinan. Tujuannya adalah supaya upacara resepsi berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan.

7. Resepsi Pernikahan

- Balangan Suruh









Kedua pengantin akan bertemu dan berhadapan langsung pada jarak sekitar 2-3 meter. Keduanya berhenti dan dengan sigap saling melempar ikatan daun sirih yang diisi dengan kapur sirih, diikat dengan benang. Daun sirih ini berguna untuk mengusir roh jahat.

- Ritual Wiji Dadi












Pengantin pria menginjak telur ayam dengan telapak kaki kanan hingga pecah, kemudian kaki tersebut dibasuh oleh pengantin wanita dengan air kembang. Tujuannya, rumah tangga yang dipimpin seorang suami bertanggung jawab dengan istri yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula termasuk anak keturunannya.

- Ritual Kacar Kucur/Tampa Kaya









Sepasang pengantin bergandengan dengan jari kecilnya berjalan menuju krobongan, pelaminan. Upacara ini bertujuan agar suami memberikan seluruh penghasilannya kepada istri. Suami memberikan hasil bumi, bunga, dan uang logam (jumlahnya harus genap) sedangkan istri menerima dengan selembar kain putih diletakkan diatas pangkuannya.

- Ritual Dhahar Klimah/Dhahar Kembul









Pasangan pengantin ini saling menyuapi. Upacara ini bertujuan agar pasangan suami istri ini akan menikmati bersama yang mereka punya.

- Mertui/Mapag Besan

Kedua orang tua pengantin wanita menjemput kedua orang tua pengantin pria dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam area pelaminan. Para Ibu berjalan di depan, diiringi para bapak. Kedua orang tua pengantin pria didudukkan disebelah kiri pengantin sedangkan orang tua pengantin wanita duduk disebelah kanan pengantin.

- Upacara Sungkeman










Pasangan pengantin melakukan sungkem kepada kedua belah pihak orang tua. Sungkeman adalah bentuk penghormatan tulus.

Yah, itulah sebagian besar ritual Upacara Pernikahan Adat Jawa Tengah. Tidak jarang pasangan calon pengantin memilih menikah secara modern karena alasan ribet dan tentunya akan mengeluarkan cost lebih banyak. Tetapi, tidak ada salahnya kan melestarikan Budaya dengan menikah secara Adat, khususnya untuk keluarga yang masih memegang erat adat istiadat.


-Happy Wedding Day-









Rabu, 02 Mei 2012

Pernikahan Adat Betawi

Konon penghuni asli Kota Jakarta itu adalah Suku Betawi yang keberadaan dan kebudayaannya semakin lama semakin menghilang. Pernah nonton "Si Doel Anak Sekolahan" kan? Yang disutradai sekaligus diperankan oleh Rano Karno. Sinetron 510 episode yang amat sangat kental dengan Budaya Betawinya dalam setiap adegannya. Tapi, kita tidak akan bahas tentang Si Doel itu lebih dalam lagi. Justru yang akan kita bahas adalah Adat Istiadat Betawi dalam pernikahan.

Ternyata Pernikahan Adat Betawi ini prosesnya cukup panjang (kumpulan dari berbagai sumber). Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam Resepsinya, kita mulai dari proses awal dulu, apalagi kalau bukan p acaran.

1. Ngedelengin
Istilah dalam Bahasa Indonesianya masa perkenalan antara pemuda-pemudi. Jaman dulu, saat seseorang memutuskan untuk pacaran harus melalui Mak Comblang yang kemudian dipanggil Encing (untuk perempuan) dan Encang (untuk pria). Tugas Mak Comblang ini menggantung ikan bandeng di depan rumah pemudi yang akan dilamar sebagai tanda bahwa si pemudi sudah ada yang punya. Mak Comblang juga berperan sebagai jubir (juru bicara) saat pemuda melamar pemudi. Setelah ada kecocokan dan persetujuan dari pihak pemudi, Mak Comblang akan memberi uang sebagai tanda jadi.

2. Nglamar
Prosesi lamaran ini sebagai pernyataan atau permintaan resmi dari keluarga pria (calon tuan mantu) kepada keluarga pihak perempuan (calon none mantu), semacam seserahan. Ada beberapa hal yang disiapkan dalam proses lamaran ini, diantaranya,
- Sirih Lamaran
- Pisang Raja
- Roti Tawar
- Hadiah Pelengkap (sesuai dengan kebutuhan calon none mantu)
- Para utusan yang terdiri dari; Mak Comblang, Dua pasang wakil orang tua dari calon tuan mantu.

3. Tande Putus
Tande Putus artinya calon none sudah terikat dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak lain. Biasanya tande putus ini berupa cincin belah rotan. Saat tande putus inilah diberikan lebih lanjut tentang prihal Akad Nikah, jumlah Mas Kawin dan Mahar. Lalu persiapan panitia untuk resepsi nantinya.

4. Akad Nikah
Untuk dapat menyelenggarakan Akad Nikah, diperlukan tiga tahapan di atas. Prosesi Akad Nikahnya pun tidak kalah ribetnya. Apa saja yang harus dipersiapkan, diantaranya;
- Calon tuan mantu membawa rombongan lengkap dengan tanjidor yang disebut Rudat.
- Rombongan Rudat ini menaiki andong yang sudah dihias sedemikian rupa untuk mendatangi kediaman calon none mantu. (jaman dulu prosesi Akad Nikah selalu dilaksanakan di rumah calon pengantin perempuan).
- Membawa kotak seserahan berisi;
  -> Kotak 1, Sepasang Roti Buaya, Jantan dan Betina
  -> Kotak 2, Sirih Nanas Lamaran & Hiasan
  -> Kotak 3, Sie berornamen cina untuk sayuran dan telur asin
  -> Kotak 4, Jung, perahu cina
  -> Kotak 5, Kudang, berisi barang/makanan yang menjadi kesukaan calon none mantu
- Calon None Mantu memakai Baju Kurung khas Adat Betawi.
- Sebelum Rudat memasuki tempat Akad Nikah, perwakilan keluarga pria dan perempuan melakukan ritual berbalas pantun dahulu. Dilanjutkan dengan pencak silat. Kemudian Akad Nikah dapat dilaksanakan.
Setelah prosesi Akad Nikah selesai Calon Tuan Mantu diperbolehkan membuka cadar Calon None Mantu karena mereka sudah SAH sebagai suami-istri.

5. Acara Negor
Setelah Akad Nikah, Tuan Penganten menginap dirumah None Penganten.Acara Negor ini sebagai strategi bagaimana Tuan Penganten merayu None Penganten dengan mengucapkan kata-kata manis dan memberikan uang negor dengan cara diselipkan di bawah taplak meja atau tatakan gelas (tidak boleh diberikan secara langsung). None Penganten harus menjaga selama mungkin kesuciannya dan harus berperan 'jual mahal'.

6. Pulang Tige Ari
Setelah bermalam beberapa hari dan mulai terjalin komunikasi yang baik antara Tuan Penganten dan None Penganten, Orang tua Raje Mude memberikan bahan-bahan pembuat Laksa Penganten kepada keluarga None Mantu, yang disebut sebagai Pulang Tige Ari.

Nah, kira-kira itu tahapan dari prosesi mulai pacaran sampai dengan resepsi pernikahan Adat Betawi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber oleh kami.
Cukup ribet yah dan pastinya akan memakan biaya cukup besar jika diaplikasikan dalam kehidupan kita sekarang. Makanya tidak heran banyak calon pengantin memilih menikah secara modern. Tapi, tidak ada salahnya jika kita melestarikan salah satu warisan budaya Adat Betawi ini kan?

Rombongan Rudat naik Andong
Baju Pengantin Adat Betawi
Pencak Silat
Laksa Penganten
Rombongan Rudat Calon Tuan Mantu
Sepasang Roti Buaya
Kesenian Tanjidor
Saat Berbalas Pantun


-Happy Wedding Day-


Kamis, 12 April 2012

Daniel and Santi's Wedding Day


Beberapa orang sempet mempertanyakan tentang nama Janur Kuning yang terkesan traditional. Sesungguhnya kami menamakan Wedding Organizer ini Janur Kuning karena semata, di Indonesia setiap ada resepsi pernikahan selalu ditandai dengan adanya umbul-umbul janur kuning. Bila ingat janur kuning pasti ujungnya adalah pernikahan.

Lho, ini kok malah jadi bahas tentang sejarah. Yah, ini untuk memperjelas bahwa kami sebagai Wedding Planner dan Organizer tidak melulu menangani pasangan pengantin traditional. Ouh iya, walaupun kami berdomisili di Bandung, tapi kami juga punya representatif di Jakarta. Ini contohnya Daniel & Santi yang berasal dari Jakarta.

Yuk akh kita intip foto-fotonya dari pemberkatan sampai resepsi berlangsung.


Kartu Undangan Daniel & Santi
Pasangan pengantin yang bernama lengkap Daniel Suharya dan Susanti Saleh ini melangsungkan pemberkatan dan resepsi di hari yang sama. Foto di atas merupakan bentuk kartu undangan. Kita langsung lihat foto-foto selanjutnya yah.

Pemasangan penutup kepala sesaat sebelum pemberkatan

Daniel & Santi saat pemberkatan berlangsung

Dan apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan
tidak bisa dipisahkan oleh manusia.

Nah, setelah pemberkatan selesai, pasangan pengantin ini langsung menuju ke tempat resepsi.
Tapi sebelum masuk ke acara resepsi pernikahan. Ada satu upacara adat yang harus dilakukan oleh orang keturunan Chinese, yaitu Te pai. Te pai ini semacam bentuk penghormatan kedua pengantin terhadap orang tua mereka dengan menyajikan teh dalam nampan. Keluarga yang dituakan akan duduk di kursi yang sudah disediakan, pasangan pengantin akan menyajikan teh secara urut berdasarkan umur. Sebelum memberikan teh, pasangan pengantin hormat terlebih dahulu. Pengantin pria memegang nampan, pengantin wanita yang memberikan teh. Keluarga yang di beri teh akan memberikan angpaw/perhiasan/kado/cinderamata sebagai ucapan terima kasih. 

Kita langsung lihat fotonya, yuk.

Daniel & Santi sedang melaksanakan Te Pai

Cangkir teh, nampan, dan amplop angpaw

Pemberiang angpaw setelah mendapat teh dari pengantin

Pengantin pria memberi hormat

Pemberkatan selesai, Upacara Te Pai selesai, kita masuk ke acara resepsinya yah. Ini dia foto-fotonya.

Wedding Cake

Cium mesra :)

Dekorasi lighting saat sore hari

Dekorasi lighting saat malam hari, keren yah

Ruang makan

Lampion yang menghiasi pohon

Meja makan pengantin

Area resepsi sore hari


Ucapan terima kasih

Dekorasi lilin dan bunga

Souvenir tamu undangan

Entertainment
MC acara resepsi

Resepsi dengan konsep garden party yang berlangsung dari jam 15.00 - 21.00. Para tamu undangan pun dibagi berdasarkan kategori kenalan pasangan pengantin dan keluarga. Hiasan lampion dan lighting menjadi menarik saat perpindahan waktu sore ke malam, membuat tamu undangan semakin betah. :)

Pemberkatan pernikahan dilaksanakan di Gereja Bunda Hati Kudus, Jakarta.
Resepsi pernikahan dilaksanakan di Villa Suharya, Anyer.
Dekorasi : Elgunawan dan Rumah Kampung
Catering : Al's Catering
Gaun pengantin : Barli Asmara
Entertainment : Valent, Mocca, dan Bintang Tamu Maliq D'essentials
MC : Iwet Ramadhan dan Melanie Ricardo

-Happy Wedding Day-