Rabu, 30 Mei 2012

Pernikahan Adat Jawa Tengah

Pernikahan Adat khususnya Adat Jawa Tengah sangat kental dengan budaya yang sudah mengakar. Konon, orang Jawa selalu dijodohkan oleh orang tuanya. Makanya ada istilah witing tresno jalaran soko kulino yang artinya cinta akan tumbuh karena terbiasa. Kedua belah pihak keluarga akan dipertemukan setelah menimbang bibit, bebet, bobotnya.

Bibit dalam arti latar belakang calon pengantin dan keluarga berasal dari keluarga baik-baik, terhormat.
Bebet dalam arti calon pengantin khususnya calon pria dapat memenuhi kebutuhan keluarga, mapan.
Bobot dalam arti calon pengantin berpendidikan, berprilaku, dan punya mental yang baik, terpandang.

Setelah menimbang dan merasa cocok barulah dilaksanakan ritual upacara adat menjelang pernikahan, apa saja kah itu, mari kita simak,

1. Pinangan

Dalam Pinangan ini, orang tua pihak lelaki datang ke rumah keluarga pihak wanita. Agenda yang dibicarakan antara lain;

- Tanggal pernikahan
- Waktu dan pelaksanaan pernikahan
- Pemilihan vendor untuk rias pengantin, dekorasi, catering, venue, dll
- Upacara lain yang terkait seperti : peningsetan, siraman, midodareni, panggih, akad, dan resepsi.
(biasanya dalam persiapan maupun pelaksanaan, pihak wanita lah yang lebih banyak menghandle).

Setelah pinangan beres dengan agenda yang sudah disebutkan tadi, baru lah kita masuk ke dalam upacara sebelum pernikahan,

1. Siraman 


Upacara siraman ini dilaksanakan sehari sebelum pernikahan. Siraman yang berasal dari kata siram,, artinya mandi. Kedua calon pengantin dimandikan oleh orang tuanya dirumah masing-masing, agar bersih dan suci saat pernikahan dilaksanakan.

Hal-hal yang harus disiapkan saat prosesi siraman ini, adalah:

- Siapkan ruangan khusus untuk siraman. Ada baiknya di ruangan yang terbuka agar proses dokumentasi berjalan lancar.
- Membuat list orang yang akan memandikan, selain orang tua, nenek-kakak, pinisepuh, keluarga yang dianggap "sepuh".
- Perlengkapan : tempat menampung air, gayung, kursi, kembang setaman, kain, handuk, kendi, dll.
- Siapkan sesaji 10 macam makanan, diantaranya ayam kampung.
- Air siraman nanti dikirimkan ke pihak lelaki di dalam baskom dengan bunga setaman. Air suci yang dinamakan perwitosari, yang artinya sari kehidupan. Air itulah yang akan digunakan oleh pihak keluarga lelaki untuk memandikan calon pengantin pria.
- Pihak terakhir yang memandikan pengantin wanita adalah pemaes, perias. Setelah air dalam kendi kosong, pemaes atau pinisepuh yang ditunjuk akan membanting kendi sambil berkata "wis pecah pamore", yang artinya calon pengantin yang cantik/gagah sekarang sudah siap untuk kawin.
- Calon pengantin akan memakai kain khusus untuk kemudian dikerik oleh pemaes.

2. Upacara Ngerik

Rambut-rambut kecil diwajah pengantin wanita dengan hati-hati dikerik oleh pemaes. Sesudah selesai, pengantin akan didandani dengan kebaya yang telah disiapkan, motif kain batik. Melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh sesama.

3. Upacara Midodareni

Orang tua pihak pria, diantar oleh keluarga dekatnya, berkunjung kerumah orang tua calon pengantin wanita.
Calon pengantin wanita akan dirias dikamar pengantin, sehingga nampak cantik seperti widodari, bidadari.

Berdasarkan kepercayaan kuno, malam widodareni, calon pengantin wanita akan ditemani oleh beberapa ibu sepuh dan diberikan nasihat-nasihat tentang pernikahan. Malam itu calon pengantin harus tinggal dikamar dan tidak boleh tidur dari jam 6 hingga tengah malam.

Hanya pihak wanita saja yang boleh menengok ke dalam kamar. Di dalam kamar yang sudah di dekor terdapat sebelas macam makanan dan tujuh barang lainnya.

Sementara pihak pria, khususnya calon pengantin pria tidak boleh masuk kamar. Kedua belah pihak bertemu, berbincang sambil bersantap sementara calon pengantin hanya boleh meminum air putih. Hal ini bertujuan untuk melatih kesabaran calon pengantin sebagai pemimpin rumah tangga.

4. Seserahan/Peningsetan

Peningsetan dari kata singset, yang artinya mengikat erat. Bertujuan untuk mengikat mereka dalam perkawinan, berkomitmen.

Pihak pria juga memberikan seserahan. List seserahan bisa dilihat di sini.

5. Akad Nikah

Pelaksanaan Ijab adalah hal paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. Ijab dilaksanakan sesuai dengan agama yang dianut kedua pengantin.

6. Upacara Panggih/ Temu Penganten

Secara tradisional upacara ini dilaksanakan dirumah orang tua pengantin wanita. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, upacara ini dilaksanakan di tempat Akad berlangsung.

Pada saat yang telah ditentukan, pengantin pria diantar oleh sanak saudaranya, kecuali orang tua yang memang tidak boleh ikut hadir. Pengantin wanita akan menyambut kedatangan rombongan pengantin pria ditemani oleh sanak saudara dan kedua orang tuanya.

Didepan pengantin wanita, dua gadis membawa kipas. Dua orang ibu membawa bunga, kembar mayang. Ibu pengiring pengantin pria akan memberikan sanggan kepada Ibu pengantin wanita sebagai tanda penghormatan. Sanggan itu berupa pisang yang dibungkus rapi dengn daun pisang dan ditaruh diatas nampan.

Saat upacara inilah, kembar mayang dibawa keluar rumah dan dibuang diperempatan jalan dekat rumah atau didekat berlangsungnya upacara perkawinan. Tujuannya adalah supaya upacara resepsi berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan.

7. Resepsi Pernikahan

- Balangan Suruh









Kedua pengantin akan bertemu dan berhadapan langsung pada jarak sekitar 2-3 meter. Keduanya berhenti dan dengan sigap saling melempar ikatan daun sirih yang diisi dengan kapur sirih, diikat dengan benang. Daun sirih ini berguna untuk mengusir roh jahat.

- Ritual Wiji Dadi












Pengantin pria menginjak telur ayam dengan telapak kaki kanan hingga pecah, kemudian kaki tersebut dibasuh oleh pengantin wanita dengan air kembang. Tujuannya, rumah tangga yang dipimpin seorang suami bertanggung jawab dengan istri yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula termasuk anak keturunannya.

- Ritual Kacar Kucur/Tampa Kaya









Sepasang pengantin bergandengan dengan jari kecilnya berjalan menuju krobongan, pelaminan. Upacara ini bertujuan agar suami memberikan seluruh penghasilannya kepada istri. Suami memberikan hasil bumi, bunga, dan uang logam (jumlahnya harus genap) sedangkan istri menerima dengan selembar kain putih diletakkan diatas pangkuannya.

- Ritual Dhahar Klimah/Dhahar Kembul









Pasangan pengantin ini saling menyuapi. Upacara ini bertujuan agar pasangan suami istri ini akan menikmati bersama yang mereka punya.

- Mertui/Mapag Besan

Kedua orang tua pengantin wanita menjemput kedua orang tua pengantin pria dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam area pelaminan. Para Ibu berjalan di depan, diiringi para bapak. Kedua orang tua pengantin pria didudukkan disebelah kiri pengantin sedangkan orang tua pengantin wanita duduk disebelah kanan pengantin.

- Upacara Sungkeman










Pasangan pengantin melakukan sungkem kepada kedua belah pihak orang tua. Sungkeman adalah bentuk penghormatan tulus.

Yah, itulah sebagian besar ritual Upacara Pernikahan Adat Jawa Tengah. Tidak jarang pasangan calon pengantin memilih menikah secara modern karena alasan ribet dan tentunya akan mengeluarkan cost lebih banyak. Tetapi, tidak ada salahnya kan melestarikan Budaya dengan menikah secara Adat, khususnya untuk keluarga yang masih memegang erat adat istiadat.


-Happy Wedding Day-









Jumat, 25 Mei 2012

Lokasi Foto Pre-Wedding di Bandung

Salah satu agenda dalam wedding plan adalah melakukan foto pre-wedding. Untuk lengkapnya apa saja tahap-tahap dalam membuat wedding plan bisa di cek di sini

Sebagian calon pengantin menganggap bahwa foto pre-wed itu sangat penting, tidak terlalu penting, bahkan tidak penting sama sekali. Selain karena harus mengeluarkan biaya extra untuk fotografer, make-up, sewa lokasi pemotretan, belum lagi menentukan tema dan kostum yang disesuaikan. Calon pengantin juga harus meluangkan waktu khusus untuk sesi pemotretannya.

Untuk pemilihan kostum bisa memakai koleksi pribadi, ngga harus beli. Tinggal disesuaikan dengan temanya saja. Biasanya Make Up Artis memberikan compliment tes make up, nah ini bisa digunakan untuk sesi foto. Fotografer dipaketkan dengan Akad/Pemberkatan dan Resepsi Pernikahan.

Nah, yang menjadi masalah lainnya adalah lokasi pemotretan serta biaya sewanya.

Ini dia beberapa lokasi yang sering digunakan untuk foto pre-wedding, di antaranya;

1. Kampung Daun Culture
Triniti Villas Jl. Sersan Bajuri Km 4,7 No 88
Harga Rp. 200.000
Sangat cocok dengan konsep tema natural.
- mini air terjun
- jembatan
- dinding bebatuan
- saung pedesaan
- beberapa properti taman/pedesaan yang menunjang
Note.
Jika sesi pemotretan dilakukan pada malam hari, calon pengantin akan ditemani oleh petugas.
Good service.


2. Kawah Putih
Ciwidey, Kabupaten Bandung
Harga Rp. 200.000
Harga di atas belum termasuk tiket masuk dan parkir.
Tempat wisata ini paling sering dijadikan sebagai lokasi pemotretan.
Note.
Karena ini tempat wisata hati-hati dengan pemilihan waktu pemotretan.
Hasilnya nanti bukan pemandangan yang bagus justru keramaian orang lalu lalang.
Hati-hati juga dengan cuaca karena ini tempat wisata outdoor.


3. Tangkuban Perahu
Jl. Raya Tangkuban Perahu, Lembang
Harga Rp. 300.000
Note.
Karena ini tempat wisata hati-hati dengan pemilihan waktu pemotretan.
Hasilnya nanti bukan pemandangan yang bagus justru keramaian orang lalu lalang.
Hati-hati juga dengan cuaca karena ini tempat wisata outdoor.


4. Bukit Dago Pakar/Hutan Dago/Goa Jepang
Komplek Tahura Ir. H. Djuanda No 99 Dago Pakar, Bandung.
Harga Rp. 200.000
Harga di atas masih bisa di negosiasikan dengan penjaga tiket.
Hutan pinus, sungai kecil, jembatan kayu, dan goa peninggalan penjajah Jepang dan Belanda akan membuat sesi pemotretan terasa hanya sebentar.


5. Sapu Lidi
Jl. Sersan Bajuri. Komp. Graha Puspa. Desa Cihideung, Lembang
Area terbagi menjadi dua,
Area terbuka dan restoran Rp. 250.000
Area Resort Rp. 350.000


6. Green Forest
Jl. Sersan Bajuri No 102, Cihideung Lembang.
Harga Rp 500.000 berupa makanan/minuman
Green Forest terkenal dengan resort dan wahana outboundnya. Sangat cocok untuk berlibur di daerah terpencil.



7. Kota Baru Parahyangan
Jl. Raya Padalarang, Bandung Barat
Harga Rp. 700.000
Harga di atas untuk full area.
Ada banyak sekali spot yang bagus untuk pemotretan sehingga anda bisa mengembangkan imajinasi dari tema.




8. De'Ranch
Jl. Raya Maribaya No 17, Bandung Utara
Harga Rp. 2.000.000
Tempat ini terkenal dengan wisata berkudanya.
Anda dapat menaiki kuda (yang terawat dan jinak pastinya), berfoto di semua area, dipinjamkan rompi dan topi ala cowboy.
Sangat cocok untuk tema 'country/cowboy'



9. GH Universal
Jl. Setiabudhi 376, Bandung
Harga Rp. 15.000.000
Harga di atas sudah termasuk one night stay at Honeymoon Suite Room, penggunaan Presidental Suite selama dua jam, satu kamar Deluxe King untuk ruang ganti selama 8 jam, Romantic Dinner di Chapel of Angel, Spa full treatment untuk sepasang, dan coffee break untuk 10 orang.




10. Trotoar Cafe
Jl. Cisitu Baru, Dago
Harga Rp. 750.000




Ada banyak lokasi lain yang dapat dijadikan tempat pemotretan, contohnya,
11. Mall
Untuk Mall sebaiknya menghubungi Humas Mall dan meminta semacam surat keterangan untuk diserahkan ke bagian security.
Harga tiap mall berbeda dan tergantung lokasi.


Cihampelas Walk
12. Villa
Sewa villa sekalian berlibur di kawasan Dago, Lembang, Ciwidey, Puncak juga asyik.
Harga bervariasi.




13. Taman Gunung Puntang
Daerah Banjaran
Anak pencinta alam pasti tidak asing lagi dengan Gunung Puntang. Selain menjadi objek wisata camping, hiking, lokasi ini cocok juga untuk pemotretan foto pre wedding.
Harga bisa dinegosiasikan dengan penjaga tiket.




14. Penggalengan
Tempat wisata yang kaya akan susu murni bisa dijadikan lokasi yang cocok juga lho.
Harga bisa dinegosiasikan.




15. Taman Lalu Lintas
Jl. Belitung No 1
Taman yang biasa dikunjungi oleh anak-anak tapi jika konsep pemotretan santai dan fun, banyak spot yang bagus lho.
Harga tiket masuk Rp. 5000






Ada juga beberapa lokasi gratis tanpa dipungut biaya. Karena gratis pastinya tidak ada fasilitas yang memadai untuk ruang make-up, berganti pakaian, bahkan fasilitas toilet, dimana saja kah tempat itu, di antaranya;
1. Bangunan Bersejarah


Asia Afrika


2. Jalan Braga




3. Hutan perlindungan




4. Kebun Teh




5. Lapangan Futsal




6. Stadiun




Nah, kira-kira itulah list lokasi yang dapat dijadikan tempat untuk foto pre wedding.
Tinggal sesuaikan dengan tema fotonya, waktu, dan yang paling penting adalah budgetnya.
Ada rekomendasi lokasi lain yang cocok untuk dijadikan foto pre wedd jangan sunkan untuk menambahkan list data kami yah :)))
Selamat Berfoto pre wedding  ria.




* Data dan foto diambil dari berbagai sumber




-we treat you as our best friend-

Rabu, 02 Mei 2012

Pernikahan Adat Betawi

Konon penghuni asli Kota Jakarta itu adalah Suku Betawi yang keberadaan dan kebudayaannya semakin lama semakin menghilang. Pernah nonton "Si Doel Anak Sekolahan" kan? Yang disutradai sekaligus diperankan oleh Rano Karno. Sinetron 510 episode yang amat sangat kental dengan Budaya Betawinya dalam setiap adegannya. Tapi, kita tidak akan bahas tentang Si Doel itu lebih dalam lagi. Justru yang akan kita bahas adalah Adat Istiadat Betawi dalam pernikahan.

Ternyata Pernikahan Adat Betawi ini prosesnya cukup panjang (kumpulan dari berbagai sumber). Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam Resepsinya, kita mulai dari proses awal dulu, apalagi kalau bukan p acaran.

1. Ngedelengin
Istilah dalam Bahasa Indonesianya masa perkenalan antara pemuda-pemudi. Jaman dulu, saat seseorang memutuskan untuk pacaran harus melalui Mak Comblang yang kemudian dipanggil Encing (untuk perempuan) dan Encang (untuk pria). Tugas Mak Comblang ini menggantung ikan bandeng di depan rumah pemudi yang akan dilamar sebagai tanda bahwa si pemudi sudah ada yang punya. Mak Comblang juga berperan sebagai jubir (juru bicara) saat pemuda melamar pemudi. Setelah ada kecocokan dan persetujuan dari pihak pemudi, Mak Comblang akan memberi uang sebagai tanda jadi.

2. Nglamar
Prosesi lamaran ini sebagai pernyataan atau permintaan resmi dari keluarga pria (calon tuan mantu) kepada keluarga pihak perempuan (calon none mantu), semacam seserahan. Ada beberapa hal yang disiapkan dalam proses lamaran ini, diantaranya,
- Sirih Lamaran
- Pisang Raja
- Roti Tawar
- Hadiah Pelengkap (sesuai dengan kebutuhan calon none mantu)
- Para utusan yang terdiri dari; Mak Comblang, Dua pasang wakil orang tua dari calon tuan mantu.

3. Tande Putus
Tande Putus artinya calon none sudah terikat dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak lain. Biasanya tande putus ini berupa cincin belah rotan. Saat tande putus inilah diberikan lebih lanjut tentang prihal Akad Nikah, jumlah Mas Kawin dan Mahar. Lalu persiapan panitia untuk resepsi nantinya.

4. Akad Nikah
Untuk dapat menyelenggarakan Akad Nikah, diperlukan tiga tahapan di atas. Prosesi Akad Nikahnya pun tidak kalah ribetnya. Apa saja yang harus dipersiapkan, diantaranya;
- Calon tuan mantu membawa rombongan lengkap dengan tanjidor yang disebut Rudat.
- Rombongan Rudat ini menaiki andong yang sudah dihias sedemikian rupa untuk mendatangi kediaman calon none mantu. (jaman dulu prosesi Akad Nikah selalu dilaksanakan di rumah calon pengantin perempuan).
- Membawa kotak seserahan berisi;
  -> Kotak 1, Sepasang Roti Buaya, Jantan dan Betina
  -> Kotak 2, Sirih Nanas Lamaran & Hiasan
  -> Kotak 3, Sie berornamen cina untuk sayuran dan telur asin
  -> Kotak 4, Jung, perahu cina
  -> Kotak 5, Kudang, berisi barang/makanan yang menjadi kesukaan calon none mantu
- Calon None Mantu memakai Baju Kurung khas Adat Betawi.
- Sebelum Rudat memasuki tempat Akad Nikah, perwakilan keluarga pria dan perempuan melakukan ritual berbalas pantun dahulu. Dilanjutkan dengan pencak silat. Kemudian Akad Nikah dapat dilaksanakan.
Setelah prosesi Akad Nikah selesai Calon Tuan Mantu diperbolehkan membuka cadar Calon None Mantu karena mereka sudah SAH sebagai suami-istri.

5. Acara Negor
Setelah Akad Nikah, Tuan Penganten menginap dirumah None Penganten.Acara Negor ini sebagai strategi bagaimana Tuan Penganten merayu None Penganten dengan mengucapkan kata-kata manis dan memberikan uang negor dengan cara diselipkan di bawah taplak meja atau tatakan gelas (tidak boleh diberikan secara langsung). None Penganten harus menjaga selama mungkin kesuciannya dan harus berperan 'jual mahal'.

6. Pulang Tige Ari
Setelah bermalam beberapa hari dan mulai terjalin komunikasi yang baik antara Tuan Penganten dan None Penganten, Orang tua Raje Mude memberikan bahan-bahan pembuat Laksa Penganten kepada keluarga None Mantu, yang disebut sebagai Pulang Tige Ari.

Nah, kira-kira itu tahapan dari prosesi mulai pacaran sampai dengan resepsi pernikahan Adat Betawi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber oleh kami.
Cukup ribet yah dan pastinya akan memakan biaya cukup besar jika diaplikasikan dalam kehidupan kita sekarang. Makanya tidak heran banyak calon pengantin memilih menikah secara modern. Tapi, tidak ada salahnya jika kita melestarikan salah satu warisan budaya Adat Betawi ini kan?

Rombongan Rudat naik Andong
Baju Pengantin Adat Betawi
Pencak Silat
Laksa Penganten
Rombongan Rudat Calon Tuan Mantu
Sepasang Roti Buaya
Kesenian Tanjidor
Saat Berbalas Pantun


-Happy Wedding Day-